Saturday, September 17, 2011

Perjalanan ke Malawi

Mumpung masih hangat, sehangat udara di Malawi. Ini mau cerita ttg perjalanan dari Norway ke Malawi. Nanti saya tulis cerita ttg tantangan yang saya hadapi yah sebelum sampai ke Malawi sini.

Hari Jumat 16. september dianter suami ke halte bus khusus ke airport sekitar pkl. 13.00, sambil berkaca-kaca air mata, peluk2, pesan ini dan itu maka saya meluncur bersama bus airport menuju bandara. Check-in bagasi minta supaya dilangsungkan dari Trondheim ke Malawi. Pesawat dari Trondheim menuju Oslo pkl.15.30…tepat waktu. Sesampainya di Oslo bertemu dengan kolega yg berangkat bersama dalam rangka tugas ini. Pesawat dari Oslo pkl. 18.05 menuju Munich, Jerman. Perjalanan sekitar 2 jam.

Sampai di Munich, langsung cabut menuju gate terminal transfer..sempet udah clinguk-clinguk liat duty free yang mempesona..tapi wedew boro-boro mau mampir, ini udah waktunya boarding! Jadi alhasil cuman bisa membeli tempelan kulkas doang buat koleksi.

Dari Munich naek Sout African Airways menuju ke Johannesborg di Afrika Selatan. Waktu menunjukkan pukul 21.55 ketika pesawat take off meninggalkan Eropa. Dapat tempat di pinggir dan lumayan liat film Kung Fu Panda 2..ha! Perjalanan yang memakan waktu 10,5 jam akhirnya sampai juga di Johannesborg. Keluar dari pesawat kira2 pukul 8.45 tgl 17 september langsung ngaciiir ke internasional transfer berhubung masih naek pesawat lagi ke Malawi. Jiaaah antrian keamanannya puanjaang pol dah! Setelah berhasil melewati antrian panjang, masuk deh ke kawasan shopping berbagai macam pernak pernik Afrika…duuh udah ngiler aja pengen liat-liat tapi apa daya bording udah berkedip-kedip di layar penerbangan..mak!

Akhirnya 1 orang kolega bergabung bersama menuju Malawi. Dia habis tugas dari Vietnam. Pesawat berangkat pukul 10.10 dari Johannesborg menuju Blantyre, Malawi. Cuaca sedikit berawan, duduk tepat di balakang sayap..jadi semua foto yang diambil dari atas pesawat turut pula menyertakan sayap raksasa di burung besi ini. Liat Afrika dari udara, kebetulan area tandus jarang berpohon..bergunung-gunung.

Puji Tuhan pukul 12.00 mendarat dengan selamat di Blantyre, Malawi. Antrian yang panjang di bagian foreigner lumayan bikin pusing juga karena petugas cuman 1 doang! Akhirnya sempet loncat ke jalur tetangga setelah ada petugas baru yang masuk..horaay! Keluar dari cek passport, puji Tuhan bagasi udah nongkrong di depan rak..terima kasiiih Tuhan bagasiku sampai dengan selamat juga. Kebayang gimana repotsnya kalo bagasi nyasar atau telat nerima ya kan, jadi ini sujud syukur dah.

Dijemput sama kolega yang udah sampe duluan disini, dia tugas di Etiopia duluan. Alhasil team kumpul semua beserta 1 orang lokal kolega. Dianter sampe hotell, check in, cuci muka bentar dan langsung rapat j 14.00..waks! Habis itu beli nomor hp lokal disini secara nomor Norway ga ada jaringan…mandi aer anget, relax bentar trus makan malam.

Terima kasih Tuhan, sudah sertai perjalananku sampai di Malawi. Sertai aku Tuhan dalam lindunganMu, amin.

Labels: ,

--------------------oOo--------------------

Ketika menerima tawaran proyek

Awalnya sekitar akhir bulan Agustus 2011 saya terima tawaran dari kepala seksi tempat saya bekerja, bahwa saya ditawari untuk masuk ke team engineering yang akan bekerja di Malawi selama 5 minggu sehubungan dengan kantor saya yang mandapatkan proyek disana. Ketika pak bos menawari begitu, saya bilang terima kasih atas tawarannya namun saya akan membicarakan dahulu dengan suami.

Di rumah saya utarakan tawaran yang saya terima ke suami saya. Setelah saya selesai cerita, kalimat pertama yang diucapkan oleh suami saya (tentu dalam bahasa norsk) yg terjemahan dalam bahasanya: Ambil tawaran itu sayang, aku & J akan baik-baik saja disini. Rasanya saat itu perasaan saya campur aduk antara lega, kaget, bangga..ya karena bukan menggerutu, bukan cemburu bahkan tidak membelenggu sikap suami saya terhadap tawaran ini. Maka selanjutnya, kami bicarakan ini dan itu dan akhirnya ambil keputusan: oke saya ambil tawaran itu..tentu saya tak lupa berdoa supaya ini semua memang bagian dari rencanaNya buat saya dan keluarga.

Singkat kata singkat cerita, setelah saya bicara dengan project manager proyek ini dan dia bilang oke kalo begitu segera masukan semua urusan daftar proyek dan administrasinya. Trus percapakapan saya dan proyek manajer:
Saya: kalo masuk ke Malawi perlu visa kagak? Ini secara saya udah terbiasa kalo urusan ke luar negeri di luar Schengen ujung-ujungnya ya pasti visa.
Manager: Kagak perlu visa.
Saya: Itu buat pasport Norway kali ya, tapi gimana dengan paspor laen?
Manager: Lah, dirimu bukannya udah ganti passport Norway?
Saya: *yaaah* ngiyem dah..passport saya RI punya.
Manager: Wee, kalo gitu cek dah perlu kagak dirimu visa
Saya: dalam hati punya perasaan aneh, kayaknya bakalan perlu visa nih.

So, persiapan ke Malawi dengan segambreng cobaan dan tantangannya dimulai…masa yang penuh pengalaman naek turun terutama menyangkut iman kepercayaan saya. Periode dimana iman saya diuji, dicoba, diberi pelajaran…masa dimana saya tidak akan pernah melupakannya karena barulah kali ini saya menerima tantangan, cobaan berturut-turut boleh dikata hampir tiap hari.

Kisahnya berlanjut di postingan berikutnya yah.

Labels: ,

--------------------oOo--------------------

Friday, July 15, 2011

My languange

This is a kind of weird sometime I feel myself. It is about the language…my language to be précised. It is not the way of me talking in a particular language, no..but it is about my daily language. My mother tounge is of course Bahasa Indonesia, a language that I have heard from the first day I was born. Then comes the Javanese language as a local language belong to the area where I come from in Indonesia and of course naturally it comes because of both my parents are Javanese. Then followed by English language.

As I now live here in Norway, of course learning the language is important. It is mandatory and I need it. So, learning Norwegian language (Norsk) from the very scratch. Languange courses, language tests, put into practice and now I am ended up of talking Norsk much much more than I talk in my own mother tounge, Bahasa in my daily live. My ability of talking this language is not perfect. I haven’t always understood what other people say to me especially those who are talking with their dialect. The place where I live now has a particular dialect what they called Trønder dialect. I am getting used with this dialect since I work in an office where mostly of the employees are from this area, so not thaaat a problem. But others who comes from different region they have their own dialect, so it is a challenge especially when the teenagers talk to me because they even have their own slank words.

Back into the house, I talk Bahasa Indonesia with Johanne only when we are alone by ourself. But when my husband is there, then it will be completely in Norsk for our conversations. I just think that it would be just so much confusing for Johanne at least at this age to receive 2 different languanges at the same time under one conversation. So, I put Norsk into the practice when Johanne, me and others who speak Norsk are around.

I do miss talking in Bahasa Indonesia…I do, I really do…that is why I call my parents quite often, well of course it is nice to talk with our parents anyway especially when you are living faaar faar away from each other but it is sometime also I need to use my tounge to speak in a language that I don’t even need to think hard to find the word (well, I have to admit that sometime I couldn’t even find a word in Bahasa…just simply: I forget the word!).
So I am so looking forward talking Bahasa with Johanne when she can talk properly.

NB: Just to make it a bit richer in language that is why I am writing this post in English, not in Bahasa Indonesia or Norsk.

Labels:

--------------------oOo--------------------

Saturday, June 18, 2011

Cerita pagi

Ah, seketika kok rasanya pengen nulis di blog :) Mulai tulis postingan ini waktu menunjukkan pukul 05:46 pagi waktu Norway...waktu yang masih dianggap "malam" buat kebanyakan orang yg tinggal disini.
Pagi ini terbangun awal dan akhirnya ga bisa bobo lagi..gara-gara ketiduran awal nemeni Johanne eh malah akhirnya bangun subuhan. Sempet denger si tukang koran nganter koran pagi-pagi banget...tunggu bentar sampe dianya pergi trus ambil koran yg diletakkan deket pintu rumah. Trus udah telpon ke rumah Semarang dan sempet ngobrol sama ibu. Ayem. Habis itu sempet tengok kamar karena denger suara Johanne nangis, setelah ditengokin ternyata dia masih bobo pules nempel sama pappanya yang juga tertidur pulas.
Memandang mereka tertidur pulas dan nyaman, rasanya hati ini damai. Melihat mereka berdua, rasanya hati ini tenang. Sekarang nulis di blog sambil minum teh hangat, ah indah.

Labels:

--------------------oOo--------------------

Friday, May 20, 2011

Ketika harus berpisah...

dari Johanne dengan alasan panggilan kerja, rasanya males-malesan banget :( Jadi critanya nih, minggu kemaren Mamma musti ke kantor di Oslo selama 2 hari..waks! Jadi musti meninggalkan si Johanne dan Pappa di rumah kan. Segala macam deh rasanya, mulai dari yang males sampe juga mikir yang positif artinya ya si Johanne musti belajar kalo ditinggal Mamma tugas ke luar kota kan (hehehe padahal Mamma juga musti belajar juga diing).


Pagi-pagi jam 04.50 udah dijemput taxi menuju ke bandara (kiyaaa, soalnya Mamma ambil pesawat paling pagi ke Oslo jam 06.10). Si Johanne tentu masih bobo, jadi Mamma cuman ciuuum Johanne dan pamitan sama Pappa (*hush ini mah ga usyah ditulis yah* hehehe). Taxi yg mengantar ke airport ini jemput 2 orang lagi, jadi 1 taxi diisi 3 penumpang. Lucu juga yah, soalnya kan saling ga kenal sesama penumpang, asli diem habis 45 menit menuju ke airport Værnes.


Hari pertama kerja di Oslo, tentu Mamma bisa mengendalikan pikiran selama kerja soalnya urusan kerjaan musti konsentrasi hehehe, tapi tetep telpon Pappa tanya gimana Johanne...dan seneng denger dia baik-baik aja. Cumaaaan, malemnya pas Mamma di hotel, aduuuh kangeen luar biasa sama Johanne. Pappa telpon jam 22.00 bilang kalo Johanne aga rewel nyariin Mamma, pake nangis bombay...huhuhu..my little girl. Johanne ga mau ditinggal sendirian, jadi musti sama Pappanya hehehe...dudududu...


Hari kedua, hehehe ada kejadian lucu...pagi-pagi bangun denger alarm trus ke kamar mandi dong, mau mandi dll eeeh tiba-tiba liat baju tidur waaaksss...hahaha ada ASI yang merembes euuy...hehehe ampuuun, seharian ga dikasihkan ke Johanne ternyata produksi jalan terus. Hari itu di kantor Mamma rada-rada ga konsen la wes rasanya dada ini berat sangat hahaha, pengennya langsung pengen pulang dan kasih ASI ke Johanne. Ketika udah jam 17.00 so langsung Mamma cabut dari kantor ambil kereta expres ke airport Gardermoen dan naek pesawat jam 18.30. Sampe ke aiport Værnes, ambil taxi dan pulang ke rumah. Selama perjalanan pulang ke rumah, telpon Pappa tanya apa si Johanne udah bobo atau belum...dibilang udah. Hehehe alamaak, ga ada alasan deh sampe rumah cuci tangan, peluk-peluk Pappa trus ngacir ke kamar, langsung buka "warung" dan kasihkan ke Johanne. Amazingly, si Johanne langsung ajah otomatis ngenyut hehehehe...legaaaa. Si Johanne juga bobo setelah puas dapat ASI dan Mamma pun tersenyum lega :)


Makasih Pappa yang udah stand-by bangeeet buat Johanne yaah :) æ e glad i dæ ;)

Labels: ,

--------------------oOo--------------------

Tuesday, May 10, 2011

Terkadang lupa bersyukur...

Memang kita ini sebagai manusia perlu harus selalu bersyukur yah buat semua yang telah Tuhan berikan buat kita, ga usah pake di-ingetin segala baru bersyukur..*jitak kepala sendiri*. Tapi biarlah tulisan ini bisa menjadi inspirasi buat saya dan mungkin buat anda juga untuk selalu bersyukur atas anugrah anak sehat yang telah diberikan Tuhan.

Ceritanya nih baruusan ajah, ada temen kantor yang sedang cuti melahirkan maen ke kantor sama baby cewenya. Babynya baru 1 bulan, cantiiiik bangeet, imuut namanya Nina..lagi bobo di kereta bayinya. Kebetulan si baby bobo kepalanya miring ke kiri, jadi saya liat muka kanan dia kan yah. Ngobrol-ngobrol sama temen kantor saya itu trus dia bilang, ini mau ngurus ke kantor sosial buat minta support karena anaknya nanti umur 3 bulan mau operasi. Waks..lah kenapa?? tanya saya. Trus dia nunjukin saya ke sebelah kiri. Oh, ternyata baby-nya bibir sumbing :( jelas sekali keliatan bibir atas kiri ga normal. Hati saya berdegup. Trus temen saya bilang, juga langit-langit mulut di bagian depan ga normal jadi si bayi ga bisa menyusu langsung dari payudara ibu :( Oh, lagi-lagi saya rasanya pengen nangis. Jadi temen saya itu musti pompa ASI-nya trus si baby kudu minum dari botol susu yang di-desain khusus buat anak bibir sumbing. Oh :( Kata dia, akan ada beberapa operasi makanya ini prosesnya kudu diselesaikan urusan daftar ke kantor sosial bag. kesejahteraan anak-anak.

Ga lama sih kami ngobrol karena mereka kudu cepet-cepet urus keperluan mereka, saya peluk temen saya itu trus bilang: tapi ingat jangan lupa menikmati masa cuti ini yaaah :) Dia bilang: iyah, aku akan coba sebaik mungkin.

Habis itu saya pengen aja nulis postingan ini, saya jadi bener-bener trenyuh liat baby Nina. Semoga nanti semua tahapan operasinya berjalan lancar ya Tuhan dan Kau berikan kesehatan baginya selalu, amin.

Labels: ,

--------------------oOo--------------------

Thursday, March 24, 2011

Curcol

Lah sebenarnya saya mau cerita postingan yang rada urut setelah Johanne lahir (tadinya mau cerita ttg ASI duluan). Tapi, barusan saja saya mengalami suatu keadaan sehingga rasanya pengen bangeet cerita disini selagi masih hangat.

Yang namanya ibu-ibu setelah punya anak, pasti jadi lebih “sensitif” ttg semua hal yang ada kaitannya dengan anaknya, iya kan? Normal dan wajar. Nah, saya juga sama. Topik disini yang mau saya bahas itu masalah: membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lain.
Pasti langsung terbersit, “loh hal menbanding-bandingkan itu ya ga baik dong”. Betul sekali, tepat. Gampang kan ya alias sepele aturannya. Nah, itu yang kejadian yang baru aja saya alami.

Well, semenjak Johanne lahir dan ketika berkumpul bersama dengan ibu-ibu lain yang punya baby sepantaran usia Johanne (di Norway kami punya grup baby) maka saya mulai belajar bagaimana para mama-mama ini yang namanya memuja-muji membanggakan anaknya mulai dari yang: pinter minum ASI, udah mulai pinter makan, udah bisa tepuk tangan padahal baru umur 4 bulan, udah mulai ngomong, udah mulai belajar berdiri padahal masih belum genap 7 bulan, ukuran badan yang besar-gendut-chubby, bla, bla, bla, bla.

Ini wajar sebagai orang tua apalagi rata-rata kami baru saja punya anak pertama, belum ada pengalaman punya baby dan perkembangan bayi bagus tentu patut dibanggakan. Ini ga masalah, justru bagus malah karena kita jadi bisa mendorong anak untuk bisa makin tumbuh kembang. Cumaaaaaan, yang jadi masalah buat saya (buat saya loh ya, mungkin ga masalah buat orang lain) adalah ketika seorang mama mulai MEMBANDINGKAN anaknya dengan anak orang lain sampai orang lain merasa kurang nyaman bahkan sampai ga enak hati. Dan itu yang terjadi sama saya.

Ini beberapa contoh perbandingan yang saya udah terima dan membuat saya kurang merasa nyaman:
*Johanne udah bisa tepuk tangan kaya baby X belum yah? Oooh belum bisa?? Loh padahal mereka seumuran yaa?
*Johanne ukuran bajunya berapa sih? Keliatannya kecil amat? Si baby X udah ukuran 86 loh kok Johanne masih 74 melulu??
*Dulu pas waktu Johanne umur 5 bulan kok kayanya badannya kecil yah? Padahal si baby X sekarang ini udah 5 bulan dia udah besar dan berat lagi.
*Johanne baru maem makanan padat umur 6 bulan?? Waah kalo baby X udah mulai bisa maem umur 4 bulan looh.
*Johanne udah bisa jalan kaya baby X belum? Loh belum bisa?? Loh padahal baby X ini kan lebih muda 1 bulan yaah??
*Gigi Johanne udah tumbuh berapa?? Ooh laah, masih tumbuh yang bawah doang? Kalo baby X udah tumbuh 4 di atas, udah 4 di bawah sekarang ini looh.
*Dsb

Komentar yang saya terima kebanyakan dari para mama bule, sebisa mungkin saya tangkas dengan jawaban yang sopan tanpa harus menyakiti mereka, tapi kalo tetep aja di-smash balik ya kadang saya aga keras juga komentarnya, wajar kan kalo kita juga perlu “membela” anak kita sendiri. Awalnya saya jelas sedih (ya adalah nangis bombay), saya curhat sama suami. Kami udah bahas masalah ini dan kami pun sudah tau solusinya menghadapi komentar seperti ini. Yang terpenting bagi kami adalah: Johanne perkembangannya baik, kurva perkembangan dia normal dan dia sehat, ceria dan lincah.

Tapiii yang barusan terjadi adalah, baru saja saya terima komentar perbandingan ini (membandingkan Johanne dengan anak teman saya sendiri) dalam bahasa Indonesia, dalam bahasa saya sendiri, dari salah seorang teman yang saya kenal baik. Komentar dalam bahasa tentu rasanya lebih dalam, lebih mengena, lebih kerasa dibanding komentar dalam bahasa laen. Maka saya pun kecewa dan sesak. Saya tau, saya harusnya bisa lebih tegar lagi wong ya masalah ini sudah pernah saya lalui kok dan saya tau gimana fight back-nya. Cumaaan, seperti yang saya bilang, rasa kecewa ini terasa karena kami berteman baik, kenal baik.

Perlu waktu sedikit lama buat saya untuk menanggapi komentar yang diberikan, ada sedikit “perang batin” dalam diri saya apakah saya akan turuti emosi saya tapi efeknya komentar ini akan pedas dan mungkin malah bisa merusak pertemanan atau saya komentar sopan namun ada misi yang bisa ditangkap oleh teman saya itu bahwa ada nada protes di dalamnya? Akhirnya saya putuskan untuk memberikan komentar yang sopan dan mengena. Well, itu pun kalo dianya kerasa loh ya, tapi kalo engga kerasa ya paling tidak saya merasa nyaman karena saya tidak perlu memberikan komentar dengan emosi.

Disini saya belajar, bahwa pengalaman seperti ini adalah pembelajaran buat saya untuk makin lebih dewasa dan bijaksana dalam menyikapi komentar yang diberikan oleh orang lain terlebih atas anak kita. Tidaklah perlu membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lain karena setiap anak adalah unik. Mereka pribadi yang berlainan, mereka punya kelebihan dan kekurangan mereka sendiri sama seperti kita orang dewasa...tidak ada yang sempurna.

Labels: ,

--------------------oOo--------------------

Monday, March 01, 2010

Cerita tentang kehamilan di Norway (bagian 3)

Kali ini, saya akan bercerita tentang cerita pas saya sakit di masa kehamilan, periksa di bidan, dan tes USG. Semoga ga kepanjangan yah. Monggo dibaca:

Kondisi sakit pada waktu hamil
Di akhir bulan Oktober 2009, saya sakit flu, batuk, radang tenggorokan, serta panas sampai akhirnya suara ilang . Gara2nya sih simple, waktu itu memang peralihan masa dari musim gugur ke mulai musim dingin…jadi udara memang ga karu2an. Ditambah perkerjaan yang lumayan padat dibarengi kegiatan sosial masyarakat Trondheim sini dalam rangka penggalangan dana buat korban gempa di Padang. Jadi intinya, si bumil rada2 kecapean plus saya inget suatu hari saya lupa pake syal. Dan alhasil tenggorokan langsung kena. Kondisi saya saat itu sedang tidak mengkonsumsi any kinds of vitamins soalnya pe-de asupan cukup dari makanan sehari-hari. Hari pertama sakit, saya cuti. Mencoba tangguh melawan si flu ini. Tapi hari ke-2 saya tepar ga kuat, selain saya rada stress takut kenapa2 dg janin terus terang pengen dikasih obat yg bener o/ dokter biar cepet sembuh. Maka hari itu saya dan suami ke dokter. Lagi-lagi ”expectation” yang besar dari si bumil ini ngarep dikasih obat, tapi ternyata no no nothing . Sama dokter diperiksa tenggorokan doang, saya trus dibuatkan surat ijin sakit (dikasih 1 minggu), disuruh istirahat, minum yg banyak, dan minum repsil yg warna kuning rasa madu+lemon (kalo di Indonesia: strepsil, cuman di Norway kl mau beli strepsil kudu pake resep dokter karena ada kandungan tertentu, lupa apa jenisnya. Jadi yg dijual tanpa resep ya repsil itu). Dah itu doang. Saya tadinya kekeuh pengen minta obat, tapi dokter bilang…obat yg mujarab adalah istirahat+minum air yg banyak. Saya jan dongkol-sedongkol2nya…cuman sabar aja wong bumil katanya kudu belajar sabar. Akhirnya dengan segala macam perjuangan, batuk2, teler, tisue ber-rol2, suara serak sampai hilang, ga bisa tidur, hidung bumpet, kepala pusing, dll.

Dan setelah tanya sana-sini sama temen2 Indonesia yg di Trd, salah seorang teman menyarankan saya untuk mengkonsumsi salah satu vitamin untuk bumil soalnya dia cocok pake itu dan kondisi-nya fit. Salah satu alasan temen saya yg saya ingat bener adalah, kita kadang kurang pintar mencukupi asupan vitamin penting dalam porsi menu makanan kita selama hamil jd perlu dibantu dg vitamin. Nah, saya langsung tersadar…astaga, saya ga konsumsi vitamin apa2 setelah boks asam folat saya habis sebelum saya jatuh sakit dan saya merasa perlu memang menerima bantuan dari vitamin ekstra ini. Ok, akhirnya saya minta suami beli vitamin itu dan mulai mengkonsumsi vitamin selama saya sakit sampai sekarang sih. Puji Tuhan, kondisi saya mulai membaik dan kembali ber-aktivitas seperti semula. Dari pengalaman sakit itu pula, ada satu hal aneh yg saya alami…yaitu, saya mulai demen minum susu . Wah, suami saya sampe bengong..wong biasanya saya ini antipati/ogah/males/tiada hasrat minum susu apalagi susu putih. Kalopun minum, musti pake bubuk coklat biar manis. Tapi pas saya sakit, saya coba minum sedikiiiit susu putih, eeeh kok jadi ketagihan…sampe saat ini saya sukaaaa dan bisa habis bergelas-gelas susu putih dingin…entah bawa’an hamil atau gimana, coba nanti kita lihat apakah saya masih doyan minum susu setelah melahirkan .

Periksa di bidan
Seperti yg sudah saya tulis di postingan sebelumnya, bahwa di Norway bumil boleh periksakan kehamilan baik di dokter maupun di bidan. Nah, setelah saya cari info baik dari forum bumil di Norway maupun pengalaman temen2 Indonesia, maka kesimpulannya kebanyakan pada puas periksa di bidan. Alasannya, memang karena bidan lebih spesifik pengetahuannya untuk bumil dan baby (soalnya dokter yg kita kunjungi kan dokter umum bukan dokter spesialis kandungan lo ya), dan biasanya bidan lebih banyak waktu untuk kasih konseling pada saat kita kontrol (dari pengalaman saya selama ini, biasanya kl saya kontrol ke dokter berkisar 15-20menit, tapi kalo ke bidan bisa sampe 1 jam). Maka segera saya mendaftarkan ke salah satu klinik bidan yg dimiliki oleh kota Trondheim ini. Sebagai informasi, di Trondheim ini ”cuman” punya 4 klinik khusus bumil dengan total bidan 13 cuman 1 orang bidan sedang cuti mulai Desember 2009 kemaren. So, kita musti lama daftarnya biar dapat bidan yang masih ”sela” jatahnya. Puji Tuhan, ga sampai 1 minggu, saya dapat jatah di salah satu klinik yg deket banget sama kantor. Pada saat itu, kami masih bertempat tinggal di apartemen lama, trus kok ya puji Tuhan akhirnya kami dapat rumah yang letaknya tidak jauh dari kantor dan artinya ga jauh juga dari klinikk tsb. Pas .

Kontrol pertama ke bidan, ditemani suami di bulan November 2009. Si ibu bidan masih muda, orangnya ramah, cantik, dan sabar. Wah cocok-cocok . Dari kesan pertama kontrol ini, saya langsung sreg banget sama bu bidan Monica ini. Ternyata benar, selain memeriksa hal standar yg jg diperiksa sama dokter, si ibu bidan memberi banyak saran (walopun kita ga tanya nih) ttg kehamilan. Kontrol pertama kali ke bidan ini juga, puji Tuhan kami boleh mendengar detak jantung bayi kami. Rasanya, seperti magic …luar biasa, ada detak jantung lain di dalam saya selain detak jantung saya sendiri. Saya dan suami sampai berkaca-kaca.

Pemeriksaan USG di St. Olav Hospital
Nah, ini yang bikin deg-deg’an campur aduk suasananya. Oh ya sebelumnya perlu saya ceritakan, pada kontrol resmi pertama kali (minggu ke 12) maka dokter/bidan akan segera mengirimkan pesan ke rumah sakit dimana bumil terdaftar untuk bisa memberikan jadwal pemeriksaan USG. Nah, setelah kita mendapat surat panggilan untuk USG dari rumah sakit, maka di hari yg telah ditentukan kami berdua kesana. Pemeriksaan USG (di rumah sakit Norway masih pake 2D) dilakukan oleh seorang bidan di rumah sakit. Jadi kami berdua masuk ke ruangan USG, setelah bincang2 dikit dengan bu bidan ini , maka saya disuruh berbaring dan mulailah pemeriksaan berlangsung. Bidan mulai menjalankan alat USGnya menghadapi layar di depan beliau, sedang saya dan suami melihat layar yg digantung di atas kami. Oh, pas kami bayi kami di layar, mulai saya nangis doong ga sampai tersengguk-sengguk tapi cukup lumayan air mata ini keluarnya, tak henti-hentinya mengucap syukur kami boleh melihat bayi kami. Suami saya speechless cuman saya merasa dia menggengam tangan kiri saya makin erat. Momentnya luar biasa, pertama kalinya melihat ada bayi di dalam kandungan…tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Selanjutnya bu bidan mulai menerangkan ini dan itu, mengambil beberapa foto untuk dicetak, eh si bayi posisi kakinya nekuk ke atas perutnya, saking lenturnya to hehehe. Nah, saat bu bidan mengarahkan pemeriksaan ke jantung bayi, si baby gerak-gerak melulu jd bidan ga bisa menerangkan dengan jelas deh. Weee, saya udah mulai panik, memberondong bidan tanya ini itu…hehehe hormon bumil. Mungkin saking saya tanya ini dan itu kalii yaa, maka wah wah wah tak dinyana-nyana si bidan bilang…ya deh, demi melihat kondisi spesifik jantung, saya kasih waktu 2 minggu lagi buat USG, mau tidak? Yeee bu bidan, tawaran gratis masa kami tidak mau seeeh…lagian ini jarang-jarang euy! Biasanya emang cuman 1 kali aja USG gratis di program kontrol selama kehamilan. Ini dikasih ekstra 1 kali lagi USG, ooh dengan senang hati . Setelah mencetak beberapa foto USG (kalo ini mah bayar, lupa berapa tapi ga mahal kok wong dapat 5 lembar foto USG), maka kami segera balik ke kantor lagi dan hehehe temen2 pada tanya: mana, mana fotonya huehehe jadi malah heboh.

2 minggu sesudah pemeriksaan USG yg pertama, maka saya dan suami datang lagi ke rumah sakit ke bagian USG. Kali ini ternyata bidannya lain, dan ruangannya pun lain. Alat USGnya pun juga laen walo masih 2D tp alat kali ini punya fungsi untuk memeriksa jantung bayi lebih detail. Bidan yang ini orangnya sabar dan panjang lebar menjelaskan kami, pake ngelihatin warna aliran darah masuk dan aliran darah keluar. Puji Tuhan, kondisi jantungnya sehat & normal . Berhubung bumil ini suka tanya, maka saya bilang boleh ga dicetak foto USG…dan ternyata boleh. Sama satu lagi, boleh ga saya rekam suara detak jantung bayi dari alat USG…dan asiik boleh, jadi saya rekam saja pake hp saya. Suami saya sampe geleng-geleng, kok ya dapet idenya ini looh si bumil. La tapi ga ada salahnya to? lagian boleh kok.

Wah mungkin kali ini aga panjang ceritanya yah, tapi tenang saja akan ada cerita lain lagi siih yang akan saya ceritakan…ditunggu yaa.

Labels: , ,

--------------------oOo--------------------

Saturday, February 27, 2010

Cerita tentang kehamilan di Norway (bagian 2)

Setelah konsultasi pertama dengan dokter yang “rada mengecewakan dengan standard ke-Indonesia’an saya karena pengaruh cerita2 dari internet oleh bumil di Indonesia hehehehe, maka saya mencoba mencari tahu gimana sih system Norway ini tentang pemeriksaan ibu hamil. Dan ini lah hasil penemuannya:

Pemeriksaan kehamilan yang disebut svangerskapskontroll di Norway diberikan secara gratis kepada bumil pada minggu kehamilan 12, 24, 28, 32, 36, 38, dan 40.

Ibu hamil dapat memeriksakan kandungannya baik kepada dokter (fastlege) dimana bumil terdaftar sebagai pasient atau bisa memeriksakan kandungan ke bidan (jordmor) atau bisa mengkombinasikan antara fastlege dan jordmor, jadi pemeriksaan sekarang ke fastlege dan pemeriksaan berikut ke jordmor. Monggo.

Pada minggu 18 dalam masa kehamilan, maka rumah sakit setempat akan menawarkan pemeriksaan USG gratis kepada bumil. Catat: menawarkan niih, jadiii kalo bumil ga mau ya sudah ga pa-pa.

Informasi mengenai kehamilan, kelahiran, menyusui dan masa sesudah melahirkan baik berupa buku, majalah, brosur disediakan secara gratis baik didapatkan dari fastlege, jordmor, atau pesen dari dep. Kesehatan Norway. Informasinya tersedia dalam beberapa bahasa misal: norsk (jelas lah yaa), english, bahasa somali, bahasa urdu, dll. Cuman bahasa Indonesia belum ada.

Pada saat pemeriksaan resmi pertama pada minggu ke 12, maka bumil akan mendapatkan kartu kesehatan untuk ibu hamil (helsekort for gravide). Kartu ini wajib dibawa setiap pemeriksaan kehamilan. Data-data general di kartu tsb: nama pasangan, alamat, nationality, pekerjaan, education, marriage status, catatan alergi bumil, medical conditions bumil dan suami, catatan apakah bumil itu perokok/peminum alkohol. Nantinya di setiap pemeriksaan kehamilan, fastlege atau jordmor akan menulis pemeriksaan badan bumil misal: tensi darah, tes urin, berat badan, detak jantung baby pake alat detak jantung, ukuran perut bumil (diukur pake meteran biasa), pemeriksaan posisi baby secara manual pake tangan si dokter atau bidan, dll.

Jadi begitu gambarannya, pemeriksaan kehamilan bagi bumil di Norway. Mau tidak mau, ya saya musti menyesuaikan diri dengan sistem disini.

Sekarang cerita dikit mengenai pengalaman pemeriksaan kehamilan saya yah. Pas udah minggu ke 12, udah seneeng banget mau periksa ke dokter, selain saatnya bisa kasih tau ke temen2 segambreng yang udah kemaren2 tanya...gimana? udah isi belum? Wah itu dia, sebisa mungkin saya kasih jawaban yang sopan hehehe....anyway bagian itu ga usah dibahas dulu huehehe...

Jadi pemeriksaan resmi yg pertama kalinya awal Oktober 2009, saya dan suami datang ke dokter saya. Standard pemeriksaan pada intinya: tes darah, tes urine, tensi darah, sama dikasih tau kira2 tanggal terminnya, udah gitu doang. Selebihnya ya “cuman” bincang2 saja, tentang kondisi saya, muntah atau pusing atau gimana ? ada keluhan tidak? La sampai hari itu sih lancar2 saja kondisi saya, jadi ya baik2 ceritanya. Belum pernah muntah baik morning sickness atau mual yang parah, cuman saya jadi ga mau makan yang namanya sosis dan bola daging ala Norway namanya kjøttboller. Entah kenapa saya terkena mual di perut kalo liat sosis sama si kjøttboller itu biarpun itu cuman di toko hehehe. Gara2nya suami saya goreng sosis buat makan malam, wuiiih saya langsung mual semual-mualnya jadi malam itu saya makan menu laen sedang suami makan sosis.

Trus saya tanya, apa perlu melanjutkan vitamin asam folat atau any kind of vitamins, eh si dokter bilangnya gini…kalo masih ada sisa vitamin dari yang beli kemaren2 ya silahkan dilanjutkan…kalo udah habis ya ga minum vitamin ga pa-pa asal bisa mengatur asupan gizi makanan setiap hari. Wes, sante to…entah sante atau entah tidak "memaksa"…cuman ya kadang rada gemesssgemeess Sehubungan vitamin saya masih ada, jadilah ya wes saya niat teruskan dulu sisa vitamin yang ada…mosok dibuang ?

Sepulang dari periksa, eiing inggg eeeng….udah dapat lampu ijo dari suami untuk kasih kabar sana sini…jippi. Tentu saja, kami berdua ngabarin si bos dong. Secara dia juga yang mak comblang kami jaman dulu hehehehe…wah puji Tuhan, tanggapan dia sangat positif, kasih ucapan selamat, wes pokoknya bagus gitu. Selebihnya ya saya kasih tau temen2 saya dong baik yang di Norway sini atau yg di Indonesia.

Cerita lainnya saya masukkan di bagian selanjutnya yaaaa….(bersambung)

Labels: , ,

--------------------oOo--------------------

Thursday, February 25, 2010

Cerita tentang kehamilan di Norway (bagian 1)

Setelah saya pikir2, ada enaknya kali ya kalo saya berbagi cerita mengenai hamil di Norway terutama sih tentang sistem kesehatan disini khususnya untuk bumil. Maka saya kepikiran untuk sharing cerita tentang gimana sih hamil di Norway itu dari pengalaman saya tentu saja.

Secara general sih, memang resiko hidup di negara yang tidak berbahasa internasional maka serba-serbi urusan kehidupan jadi rada ”ribet” dengan bahasa norsk. Apalagi urusan peraturan, beuh musti dibaca berulang-ulang, buka kamus, tanya suami atau teman, dll. Memang sih website pemerintah di Norway rata2 punya informasi dalam bahasa inggris cuman tentu dalam porsi terbatas. Wajar.

Mengenai kehamilan itu sendiri, ok ceritanya begini. Ketika saya sudah ”telat” 2 minggu, hmmm rasanya kok mulai curiga karena biasanya jarang sekali telat, paling ya plus minus 3 hari begitu. Saya dan suami udah mikir2 apa jangan2 h****l yah? Hari Minggu, tiba2 saya sakit perut mules bangeet…dan saya bilang saya suami kayanya saya pengen deh tes. Naah, berhubung hari itu hari Minggu, dimana officially semua toko pada tutup, maka buru2 suami cek apotek jaga pas hari Minggu itu. Oke akhirnya kami meluncur ke apotek tersebut sudah sore hari. Beli alat tes cek kehamilan 1 biji. Setelah dibaca petunjuk, sebaiknya memakai tes di pagi hari dengan urine pertama pagi hari biar hasilnya afdol. Jadilah baru kami tes hari Senin pagi sekitar jam 4.30saya bangunkan suami : saya mau pipis nih, bangun dong sekalian tes. Jadi berdua bangun dengan kucel dan masih ngantuk, dan saya teslah. Puji Tuhan, wah 2 garis terlihat jelas. Wah positif nih.

Kemudian hari itu, kami ngantor seperti biasa cuman saya rada2 gimana gitu hehehe…seneng, grogi, pengen tes lagi, pengen ke dokter, pengen kasih tau orang tua, macem2 deh. Hari itu saya telpon ke klinik tempat dimana saya terdaftar sebagai salah satu pasien dari seorang dokter. Informasi singkat, di Norway sini, setiap orang Norway & orang asing yang resmi punya ijin tinggal terdaftar ke salah satu dokter umum. Jadi setiap ada keluhan, sakit, periksa, dll ya musti ke dokter ybs. Bikin janji untuk periksa ke dokter hari berikutnya yaitu Selasa.

Ok, hari Selasa…saya dan suami udah ke klinik tempat dokter kami. Udah deg-deg’an dan terlebih saya punya ”expectation” yang cukup besar bahwa nanti dokter akan begini dan begitu, tes ini dan tes itu. Tapi setelah kasih tau ke dokter kalo tes kehamilan di rumah positif, trus dokternya ya cuman bilang: kapan terakhir kalo m**s, trus dilihat tanggal berapa pas hari itu kemudian dikasih tau umur kira2 kehamilan sekian minggu, daaaan disuruh balik lagi setelah umur kehamilan 12 minggu alias 3 bulan. Lah sayanya bingung, errr sekarang dicek ga dok (ngarep diperiksa perutnya kek atau gimana)? Sekarang ada tes apa dok? Dan dokternya cuman bilang: no tes and no check up, nothing. Lah?? Dokter cuman bilang, sekarang mulai minum vitamin folat dan kembali lagi kesini pas umur udah 12 minggu. Maka hari itu cuman dapat info: beli vitamin folat, live as usual, jaga kesehatan, dikasih buku tentang kehamilan (lagi-lagi berbahasa norsk) dan dapat jadwal untuk pemeriksaan resmi yang pertama kali, good luck and see you. Udah.

So begitulah, cukup berbeda bukan dengan sistem di Indonesia??

Dari berbagai cerita yang saya denger baik dari temen ataupun internet yang meski baru tau positif dan cek ke dokter, pasti beragam pemeriksaan, cek ini dan itu, tes ini dan itu. Jadi, satu2nya jalan yang saya ambil ya: setelah pulang dari dokter (tentu rada kuciwa dengan appointment hari itu) segera saya browsing beberapa website tentang kehamilan wes baik bahasa viking, bahasa inggris, maupun bahasa indonesia. Saya mulai baca buku kehamilan yang dari dokter. Berburu beberapa buku kehamilan dari departemen kesehatan di Norway yang bisa dipesan gratis dan tentu saja saya minta orang tua saya belikan 3 buku dari Indonesia yang tentu lebih gampang saya cerna.

Daaaan, kesepakatan dengan suami, kami hanya beritahukan kondisi positif ini hanya kepada orang tua kami masing2 dan keluarga kakak saya di Jakarta sekaligus adik suami saya yg tinggal satu kota dengan kami.

So, intinya di Norway sini, setelah kita tahu dari tes kehamilan di rumah positif, maka tidak ada pemeriksaan resmi (tes darah, tes urine, tes kondisi janin, dll) kehamilan dari dokter atau bidan sebelum umur kehamilan 12 minggu (3 bulan). Jadi selama menunggu umur kehamilan 12 minggu, maka perlu menjaga kesehatan dan tentu perbanyak informasi baik dari ortu/keluarga/temen maupun informasi internet.

Sedikit cerita kecil, salah satu temen saya orang Indonesia yang tinggal di Trondheim sini juga mengalami hal yang sama dg saya alias setelah tahu positif ya sudah dari dokternya tidak ada pemeriksaan lanjutan, menunggu sampai 3 bulan usia kandungan. Nah, temen saya punya sedikit problem sebelum mencapai 3 bulan yaitu beberapa kali flex darah. Tentuuu paniik doong, trus ke dokter, dari dokter ya ga dikasih apa2 tuh baik resep kek atau tes kek...dibilang suruh istirahat dulu. Dan akhirnya temen saya, minta ortunya yg di Indonesia mengirimkan obat penguat janin dari Indonesia...tentu wajar doong, kita musti berusaha menjaga janin semaksimal mungkin, ya kan? Tapi ya begitulah kondisi disini...nampaknya proses alami dan percaya kekuatan tubuh tanpa bantuan obat & medis besar sekali fungsinya di Norway sini.
Oke nantikan bagian selanjutnya yaa....(bersambung)

Labels: , ,

--------------------oOo--------------------

Monday, February 08, 2010

Belajar mandiri

Ha…sudah lama ga posting cerita, menghilang kemana saja saya? Hehehe ga menghilang cuman memang rada sibuk kemaren2 (*ngeles.com*) plus sama untuk pertama kalinya ditinggal sendirian sama hubby yang dinas ke Malaysia selama 1 minggu..waks!

Ceritanya begini:

Pertengahan bulan Januari kemaren itu, singkatnya hubby dapat proyek urusan hidrologi dari salah satu perusahaan dari Irlandia. Nah, salah satu proyek yang ditangani letaknya di Malaysia. Waaah, saya sudah seneng aja soalnya diam2 saya memendam keinginan (halah!) untuk ambil cuti 1 minggu pas dengan tugas hubby ke Malaysia untuk bisa mudik ke Indonesia…hehehe ide yang bagus to? Udah seneng2 sebetulnya, cumaaan setelah final tanggal berangkat suami ke Malaysia dan juga tanggal kembali ke Norway..laah kok pas banget saya musti tugas ke luar kota dalam rangka konferensi internasional urusan PLTA di Norway sini…sigh!

Jadilah, saya ga bisa ikutan ke Malaysia (dan lanjut ke Indonesia) berhubung jadwal pulang suami ke Norway pas banget hari Sabtu 30 Januari kemaren dan saya sudah cabut ke kota Tromsø (di Norway sini) hari Minggu 31 Januari…bleh!

Aniwei, akhirnya saya sendirian di rumah (well…ada baby sih di perut saya)…sepertinya saya sudah lupa bagaimana hidup sendiri hehehe padahal jaman dulu pas saya kerja di Oslo ya saya tinggal sendirian, cuman ya gimana lagi sejak menikah kan kami belum pernah berpisah lama begini..terpisah antar benua begichu…wiiiii yang beda waktunya 7 jam pula, walah wes pokoknya hari2 pertama sendirian rasanya be-te berat. Pake nangis2 segala pas telpon hubby soalnya kangen berat…wedeww segitunya, ditambah waktu itu saya gagal menyalakan tungku pemanas ruangan (yang pake kayu bakar) jadinya bukannya kayu sukses terbakar tapi malah ruangan penuh asap. Jadinya saya takut alias mengkeret kalo2 fire alarm nyala. Trus hubby ngingatkan saya jangan nangis, ntar baby-nya jadi ikutans sedih…ya bener siih, pas saya nangis baby-nya gerak2 ga nyaman gitu ya mungkin karena tekanan darah dan asupan oksigen kurang makanya baby jadi ga nyaman .. Tapi ya begitulah hormon hamil kan memang sensitif, jadi ya gitu deh. Jadilah saya banyakin ngomong sama baby, nyetel musik di dapur kek, di kamar mandi kek, dari laptop kek, chatting, telpon ke ortu di Semarang..haduh pokoknya menyibukkan diri.

Pas suami pulang kembali ke rumah, waaa senang rasanya hehehe…biarpun bagasi dia nyangkut di Amsterdam jd ga kebawa saat dia mendarat di Trondheim (pssst…padahal udah ngarep juga oleh-oleh..hehehe)…tapi ketemu suami rasanya bahagia dan dasyat.Jadi begitulah, critanya pas hubby dinas di Malaysia. Mungkin ini pelajaran juga kali ya buat saya, biar mandiri lagi alias ga manja.

Dan pelajaran ini pun musti harus berlanjut karena besok suami saya tugas ke Dublin, Irlandia jadilah saya akan ditinggal sendirian lagi…laah. Kepengen ikutan sih padahal, soalnya ga begitu jauh juga perjalanan dari Norway sini ke Irlandia…tapiiiiiii satu yang bikin mangkel alias jengkel…males..be-te dan frustasi adalah…saya perlu visa untuk bisa masuk ke Irlandia…sigh, ijin tinggal saya di Norway yang notabene berlaku bebas di daerah Schengen ternyata tidak laku alias tidak payu untuk bisa masuk ke Irlandia..astaga! Artinya jadi ribet karena saya musti apply permohonan visa turis untuk bisa masuk ke Irlandia, well memang ga seribet kalo apply untuk ke Inggris karena kalo visa ke Inggris maka si pemohon musti menyampaikan langsung aplikasinya ke Kedutaan Inggris di Oslo sono..jadi dongkol juga kalo bertempat tinggal di luar Oslo, kan musti nambah biaya hehehehe. Memang sih Kedutaan Irlandia tidak mengharuskan pemohon datang ke Oslo cuman ya tetap aja, beberapa syarat musti dipenuhi trus kirim passpor ke Oslo sono daaaaan menunggu 10 hari sebelum di-approve…laaaah gimana mau maju jalan coba? Moso suami sudah pulang dari Dublin trus visa saya baru di-granted…ga lucu doong.
Kalo mau jengkel sih bisa kok yaaa pas bener tugasnya ke Irlandia dimana ijin tinggal Schengen saya ga berlaku, cuman saya pikir daripada jengkel ya sudahlah saya mencoba belajar dari pelajaran ini...mungkin laen kali bisalah ke Dublin dengan waktu yang pas.

Labels: , ,

--------------------oOo--------------------

Friday, January 22, 2010

Untuk Ayah No. 1 di Dunia (Kutipan dari email)

Aih, baruuu saja saya mendapatkan kiriman email dari salah seorang teman saya di AsiaCarbon Indonesia (yang rupanya juga mendapatkan email dari temennya yang lain dari Total E&P Indonesia, yang mungkin juga mendapatkan dari temennya yang laen) yang isinya baguuus banget dan sangat menyentuh. Jujur pas baca email ini, mata saya berkaca-kaca (untung kantor saya modelnya sendiri-sendiri bukan type landscape jadi gag malu kalo slentap-slentup dan rada mewek) membayangkan kondisi saya sendiri.

Silahkan dibaca ceritanya yah...

"YANG TIDAK BISA DIUCAPKAN AYAH"

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya...
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya", Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.. ..
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke
rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia....
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera
datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu
untuk berhati-hati.
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak..... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin
pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu..... Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang lelaki yang
di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis....
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA"
dalam segala hal..
Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya
jika aku kembali membagikannya kepada teman-teman ku yang lain.

Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang

kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT !

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya.
(the end)


Naaah, saya sendiri merasa sangaaat tersentuh dengan tulisan ini, ya karena saya anak perempuan satu-satunya buat ayah & ibu di Semarang, dan yang juga kebetulan merantau jauh dari ortu, dan beberapa bagian di cerita atas kok ya ada yang pas dengan kondisi saya.

i love you,pak! and God bless you always!

Labels: ,

--------------------oOo--------------------

Monday, December 14, 2009

Ketika Perbedaan Budaya Hadir….

Tulisan ini saya buat memang berdasarkan pengalaman pribadi saya dikarenakan saya dan suami berasal dari 2 budaya yang berbeda…sangat jauh berbeda. Perbedaan itu tidak selamanya negatif tetapi juga ada positifnya wajar dan normal. Saya pribadi berusaha menyikapi perbedaan yang ada ini dengan cara berkomunikasi dengan si doi alias suami saya. Sudah dari dulu sih, pada waktu kita pacaran sampai ya saat ini ketika kami sudah menikah, kita ingin komunikasi apa adanya diutamakan dalam hubungan kami supaya sama-sama enak dan ga ada yang ditutupi…ga usah perkiwuh dan malu-malu kucing. Jadi inilah salah satu segi positif yang saya ambil dari perbedaan yang ada.

Perbedaan yang selama ini kami alami ya berkisar mengenai cara pandang dan kebiasaan-kebiasaan dalam hidup sehari-hari alias tradisi kami masing-masing. Karena ini tulisan saya yang buat, maka ya saya pribadi bersyukur bahwa suami saya termasuk orang yang pengertian…bukan saya mau menyombongkan dia, namun memang ini apa adanya. Apabila tidak ada pengertian, saya yakin hubungan kami yang dilatar-belakangi dengan 2 budaya yang berbeda pastilah mustahil dijalani.

Contoh yang sangaaat sederhana misalnya, saya ini kan terbiasa dengan kebiasaan jawa (karena memang berasal dari keluarga Jawa)…nah, dari dulu pasti sudah terbiasa memakai tangan kanan kalo mau memberikan sesuatu ke orang lain, apalagi ke orang yang lebih tua. Misal sekalipun musti pake tangan kiri, pasti ada ”kata-kata” sopan: misalnya nyuwun sewu atau maaf ya pakai tangan kiri. Nah si suami saya ini suka bangeet kasih sesuatu pake tangan kirinya. Awalnya saya risi bangeet, trus saya komentar ke dia. Kasih opini alias cara pandang saya, nah dia juga kasih opini dia ke saya. Jadi menarik banget . Si suami sih bisa mengerti, artinya begini, dia akan belajar mengingat kebiasaan ini soalnya memang untuk menjaga hal yang baik eeh misalnya pada saat dia memberikan sesuatu ke ortu atau embah saya begitu hehehe kan ga lucu kalo sampe terjadi salah paham gara2 hal sepele. Cuman saya pun ga baik protes secara tiba-tiba kalo misal dia akhirnya lupa dan pake tangan kiri Sederhana kan perbedaan ini ???

Contoh yang mau saya kasih nih mengenai pengalaman kemaren pada waktu kami menikah. Semua pasti sudah tau kalo tradisi Jawa yang berkenaan dengan urusan pernikahan itu buanyak, detail dan kadang ”berat”. Nah pada waktu awal rencana pernikahan kami, memang saya sudah kasih ancang2 ke dia kalo nantinya bakal buanyak tradisi Jawa ini dan itu supaya dia siap jauh hari sebelumnya. Sebetulnya bisa saja, saya dan keluarga ”lewatkan” segala macam urusan tradisi Jawa ini..yang penting menjalani acara menikah secara keagamaan dan negara sah, selesai, jadi beres. Tapi memang dari saya sendiri saya pengen ”melestarikan budaya” yang memang sudah saya kenal dari masih bayi sampe segedhe begini. Tapi saya sendiri tidak terlalu suka dengan tradisi yang tidak bisa ditoleransi/saklek/harga final begitu, soalnya menurut saya tradisi itu dijalani harus dengan hati yang lapang, hati yang gembira bukan dengan keterpaksaan harus menjalaninya. Nah, berhubung 2 budaya kami berasal dari akar yang berbeda maka menjelaskan makna dan tata cara tradisi cukup menantang juga .

Saya masih ingat ketika kami membahas soal siraman. Nah, menurut adat & tradisi kan ga boleh si calon pengantin saling ketemuan alias melihat pasangannya siraman. Ini salah satu perdebatan juga sih waktu itu, opini ortu-keluarga bilang dia ga bisa liat pas waktu saya siraman…tapi seluruh keluarga dan tamu dari Norway boleh liat, dia di hotel saja. Pada saat itu saya bayangkan dia yang ”manyun” di hotel sementara keluarga dia plus teman2 dari Norway bisa datang ke rumah saya melihat acara. Jadi memang waktu itu, saya yang perjuangkan hal ini dengan meminta ortu & juru rias memperbolehkan supaya dia bisa lihat siraman. Ga gampang menjelaskannya sih, alasan saya begini: kalo kami sama-sama orang Indonesia, ya wajar kalo pada saat siraman diselenggarakan masing-masing jadi emang ga bisa saling lihat. Tapi ini, saya yang orang Indonesia dan dia orang Norway. Bagi saya, saya sangat menghargai bahwa dia setuju menikah dengan memakai adat jawa yang komplit. Jadi saya minta juga ortu bisa pahami hal ini. Melihat acara tradisi ini kan jarang-jarang buat orang luar, apalagi Norway dan Indonesia jarak tempuhnya cukup jauh. Nah, jadi begitulah diambil jalan tengahnya. Awalnya yang dia tidak siraman plus pangkas rikmo (potong rambut) akhirnya diadakan di rumah sebelah setelah acara siraman saya selesai. Jadi, dia beserta rombongannya melihat saya pas siraman. Ini berlaku juga pas acara midodareni, acara malam sebelum pernikahan hari berikutnya. Kami boleh ketemuan juga
Yang bikin saya seneng lagi adalah ketika tante dia boleh juga nyirami saya, wah bagi mereka selain kehormatan juga kebanggan tersendiri. Untunglah keluarga dia juga sangat terbuka dan mendukung tiap2 acara. Misalnya ya mau pakai kebaya dan beskap, pakai batik begitulah .

Ada lagi sebetulnya pas acara mau berangkat ke gereja untuk pemberkatan, nah ada acara temon, dimana pengantin pria menjemput pengantin wanita. Nah di acara itu kan ada yang pengantin wanita mencuci kaki si pengantin pria kan, nah pada saat itu setelah saya mencuci kaki dia…dia juga gantian mencuci kaki saya. Beberapa orang cukup banyak berkomentar mengenai hal ini , karena tidak ada di adat tradisi Jawa. Tapi menurut saya, makna mencuci kaki itu kan sebagai bentuk pelayanan, rasa hormat terhadap pasangan hidupnya kan? Nah, mengapa tidak pria melakukan hal yang sama terhadap pasangannya? Saya sih membayangkan memang jaman dulu, wanita Jawa kondisinya berbeda dengan yg sekarang ini…jadi hanya wanita saja yang mencuci kaki pria. Tapi apabila tradisi bisa dipadukan dengan kondisi sekarang ini, dimana era persamaan hak antara pria & wanita sudah lazim adanya, mengapa tidak? Toh, tidak ada yang salah dengan arti saling melayani dan hormat menghormati antara suami istri bukan? Yang terpenting lagi, tradisi mencuci kaki itu harus bisa diterapkan dalam kehidupan berumah tangga nantinya, bukan hanyak sebagai simbol saja (biar bagus buat difoto & dikenang misalnya).

Jadi begitulah cerita kali ini, saya belajar menyikapi perbedaan antara kami bukan sebagai hal yang negatif tetapi sebisa mungkin kami belajar mencari solusi dengan keterbukaan dan komunikasi di antara kami. Semoga bisa menjadi inspirasi

Labels: ,

--------------------oOo--------------------

Wednesday, December 09, 2009

Pengen cerita-cerita lagi

Waah...waaah, blog saya yang satu ini rupanya sudaaah luamaaa terbengkalai . Tetapi sebelumnya, mungkin perlu saya tulis sekilas dulu sedikit cerita sebagai pengganti "mata rantai yang terputus" sejak postingan terakhir saya jadinya nanti nyambung dengan cerita-cerita baru yang akan saya postingkan .

Singkatnya begini, pada tanggal 19 Juli 2009, saya menikah dengan seorang pria yang berasal dari negeri kutub utara alias dari Norwegia. Cerita mengenai awal hubungan kami dan juga persiapan pernikahan kami serta cerita pernikahan kami silahkan dibaca (disini)

Awalnya saya tinggal dan bekerja di Oslo, namun si suami saya ini tinggal dan bekerja di Trondheim, maka sesudah kami menikah, akhirnya diputuskan saya yang pindah ke Trondheim. Syukurlah saya bisa minta pindah ke kantor cabang yang ada di Trondheim sehingga urusan pekerjaan tidak ada halangan. Lagipula, saya sudah pernah tinggal di kota Trondheim ini semenjak saya datang pertama kali untuk kuliah di Norwegia sini dari tahun 2004-2006. Jadi ya saya tidak canggung lagi untuk tinggal di Trondheim secara saya sudah mengenal sedikit tentang kota ini begitu pula masyarakat & rekan-rekan Indonesia yang tinggal di Trondheim.

Nah, di postingan-postingan selanjutnya, saya sih berencana untuk mengupdate kembali blog ini yang sudah lamaaaa terbengkalai. Jadi sampai ketemu dan semoga dapat enjoy dengan cerita-cerita saya yah.

Labels: ,

--------------------oOo--------------------

Sunday, December 07, 2008

Memang ternyata indah...

Memang ternyata indah juga setelah saya "sadar" dari ketidak-'ngeh'an saya selama ini. Mungkin dulu-dulu sudah pernah sadar tapi kembali lupa lagi kalau hal ini benar-benar indah.
Wah...apa siih maksudnya Yang saya maksud adalah...memang ternyata indah sekali melihat salju putih bertebaran dimana-mana seperti saat ini. Looh, bukannya saya udah sering lihat salju dari empat tahun yang lalu juga???? Iya, bener...tapi sore ini tadi..sepertinya berbeda! Salju putih terhampar dan menyelimuti Norway saat ini...bener-bener terlihat super cantik.

Ceritanya sih berawal dari tadi sore, saya keluar dari apartment saya menuju pusat kota Oslo. Saya jalan ke stasiun kereta api lokal yang menghubungkan suburban luar Oslo menuju Oslo...nah walaupun hari masih sore sekitar pukul 16.00 tapi berhubung sekarang ini sudah winter jadi ya sudah gelap seperti jam 18.00 di Indonesia. Menuju Oslo dengan kereta lokal hanya 20 menit saja...saat di dalam kereta, saya lihat ke luar jendela. Aiih, pemandangan di luar sangat cantik dimana salju putih berkelip-kelip terkena biasan sinar, rumah2x menyalakan lampu temaram, pohon2x di sepanjang jalan sudah banyak yang dihias lampu2x..langit di atas sana putih bersih...suasana hangat di dalam kereta...salju turun tipis-tipis di luar sana. Oh, I wish I could take that precious moment with my camera! Gosh! It was just fantastic! Saya jadi inget, bola salju kristal souvenir Norway yang dulu pernah saya beli di Artic Circle di ujung Norway utara sana. Senang rasanya kalo bola salju itu "dikocok-kocok" sehingga saljunya bertebaran. Saya bayangkan: mungkin dari atas langit sana..malaikat2x kecil sedang "mengocok-kocok" bumi di bagian Norway ini sehingga salju turun tipis-tipis saat itu. Gambar diatas diambil dari sini.

Sepanjang perjalanan menuju Oslo...salju terlihat disemua sudut. Setelah saya menyelesaikan urusan di Oslo, kembalilah saya menuju pusat stasiun kereta Oslo. Oh ya, berhubung ini sudah mendekati Natal, maka hampir semua toko di Oslo buka pada hari Minggu ini...padahal biasanya sih tutup semua. Di Oslo Sentrastasjon (Oslo S), di depan layar besar petunjuk jadwal kereta...saya lihat ada display majalah. Eh ternyata itu majalah Oslo S. Wah, majalah baru nih...soalnya saya belum pernah lihat sebelumnya. Dan ternyata memang edisi perdana.

Majalah-majalah tersebut dipajang dan bisa diambil gratis. Hehehe, maka saya ambil saja majalah itu sekalian menunggu kereta. Eh, menyela sedikit..kata gratis yang kita kenal di Indonesia itu ternyata sama dengan kata gratis di Norway (bahasa Norsk) sini...artinya ya sama dengan yang di bahasa Indonesia...gratis = tidak bayar. Saya jadi inget, dulu pertama kali datang ke Norway..kata Norsk pertama yang saya tahu yaitu itu tadi...gratis! Jadi penasaran apakah maksudnya sama dengan gratis yang di bahasa Indonesia itukah?? Pas saya tanya temen di apartement saya di asrama mahasiswa dulu...eeh bener artinya emang ga bayar alias gratis! Hehehe...Tadinya saya pikir itu ada kaitannya dengan bahasa Belanda, tapi sepertinya bahasa Belanda-nya gratis bukan gratis seperti di bahasa Indonesia dan bahasa Norsk..tetapi di Belanda gratis = vrij. Naah, gimana yah?? kok bisa sama??

Anyway...kembali ke majalah tadi, ternyata isinya tentang seputar pertokoan di dalam Oslo S dan beberapa artikel tentang winter. Naaah, ada 1 artikel yang saya suka yang judulnya "Eventyr Vinter" yang artinya "Kisah Petualangan Musim Dingin". Artikel itu sangat singkat, namun isinya mudah dipahami, bahasanya sederhana, dan pesan yang disampaikan ternyata bisa "memprovokasi" saya untuk menyadari bahwa memang musim dingin alias winter season itu indah dan cantik!

Berikut ini adalah cuplikan beberapa kalimat dalam artikel tersebut, yang sudah saya translate ke bahasa Indonesia. "Musim dingin adalah hadiah. Dia datang tepat pada saat kita memerlukannya. Dia merangkul dan menyelimuti kita dalam salju dan dingin, yang 'tak bisa kita hindari, tanpa ada pilihan lain - kita harus masuk ke dalamnya. Dan hal itulah yang memang kita ingin lakukan...".
Cuplikan aslinya diambil dari Oslo S Magasin Vinter 2008/2009 halaman 4: "Vinteren er en gave. Den kommer akkurat når vi trenger den. Den pakker oss inn i snø og kulde, og gir oss ikke noe valg - vi må gå i hi. Og det gjør vi gjerne..."

Betul, saya 'tak bisa hindari musim dingin ini karena saya saat ini tinggal disini. Mau tidak mau saya harus menyukai musim ini, saya harus menyenangi salju ini, saya harus menikmati dingin udara yang menusuk sendi-sendi. Dengan begitu...maka salju dan dingin akan menjadi teman dan sahabat saya di kala musim ini sedang mengunjungi Norway. Sesampainya saya di rumah, setelah mengebaskan jaket dan sepatu boots dari salju yang menempel dan menyalakan pemanas ruangan...hmmmp saya hangatkan diri saya dengan secangkir Milo panas yang terasa sangaaat...sangaaat nikmat! Ah, ternyata setelah dingin di luar akhirnya terbayar dengan secangkir coklat Milo panas. Senang juga ternyata persediaan Milo masih ada.


(foto koleksi pribadi)

Labels: , ,

--------------------oOo--------------------

Wednesday, December 12, 2007

Pepperkaketre


wawwwww...suprise bangeeet hari ini...gimana engga...itu bisa dilihat di photo (cuman fokuskan ke kue yang ada di meja kantor saya yaaah...jangan ruangan kerja saya yang berantakan...). Itu kue jahe (pepperkake) yang saya terima hari ini dari salah seorang rekan kerja saya...berhubung bentuknya kaya pohon natal...maka dalam bahasa norsknya disebut: pepperkaketre...kalo diterjemahkan dalam bahasa ya jadi pohon kue jahe.

Jadi begini ceritanya :
Pagi ini, setelah sampai di kantor pukul 8.30 saya mulai kerja seperti biasa, cuman berhubung haus, maka saya ambil teh panas di lantai sebelah...tau-tau pas masuk ruangan kantor saya...'booo kata temen kantor saya (Mette). Trus kata saya: hva er det? (waaah apa itu?). Trus kata dia: Pepperkaketre til deg fra oss (pohon kue jahe untukmu dari kami)....huehehehe jadii terharu biruuu....tusen takk, Mette gitu kata saya (terima kasih banyak ya Mette).

Mette adalah seorang sekretaris kantor kami...orangnya super duper baek banget. Dia inget kesuka'an saya yaitu nyemil kue jahe kalo sudah menjelang natal begini biasanya emang tipikal kue jahe ada dimana-mana...jadi persedia'an saya adalah di rumah. So, dibuatlah sebuah pohon kue jahe buat saya dengan dihiasi permen-permen kecil.

Wah, siip sebuah pohon kue jahe membuat hari ini tambah semarak...sudah di luar sana matahari bersinar terang (banget!) dengan catatan suhu -5C...wah komplit kan yah. Eh iya, dalam photo ada juga balon...heheh itu mah dari pesta kantor kemaren di kantin..soalnya daripada balonnya nganggur jadi ya saya ambil ajah hehehe sekalian buat hiasan di meja kantor...biar ngga bosen liat dokument muluk! Wah sayang di photo ke 2 ngga keliatan tulisan Mette...cuman tulisannya begini: pepperkaketre....God Jul....Klem fra Mette & jentene. Kalau diterjemahkan dalam bahasa indonya jadi begini...pohon kue jahe...Selamat Natal...Peluk dari Mette & dua anak cewenya.

Til Mette, tusen takk og klem fra meg!


ps: til deg som gav meg en kommentar "Awwwww :)"...det var kjempesøtt!...takk for at du ringte!

Labels: , ,

--------------------oOo--------------------

Wednesday, December 05, 2007

til deg

(pic)

ett tusen milliader takk, kjære

Labels:

--------------------oOo--------------------

Saturday, October 27, 2007

senangnyaaa...weekend!!

ah, legaaaa banget rasanya hari ini saat saya bersepeda menuju rumah....weekend has just started, finally! Seneng banget bersepeda pulang ke rumah setiap jumat sore...rasanya seperti melepas "sesuatu" sejenak paling tidak sampe minggu depan mulai lagi.

aiiih, minggu ini bener-bener gila rasanya....bukan hanya fisik yang lelah namun juga emosi dan pikiran saya ikut-ikutan "senut-senut" mikir ini dan itu. Kerja'an yang rasanya sudah melebihi leher, maklum projek kali ini skalanya sangat besar dibanding dengan projek lain yang sudah saya kerjakan selama ini....wewwww! Perasa'an minggu ini bener-bener saya over time kerjanya alias extra waktu saya habiskan di kantor dengan tumpukan kerja'an, diskusi projek dengan team, dll. Terus masih ditambah dengan les bahasa, dua kali seminggu, pake ada pe-er pula.....laaah! eiits, kalo sudah bad mood gini, biasanya saya encourage diri saya sendiri dengan pikiran yang positif contohnya, seneng dong bisa masuk ke team untuk projek ini, oooh senangnya les bahasa, jadi kan belajar dan saya senantiasa melatih isi kepala dan lidah untuk praktek bahasa baru....naah dengan begitu saya seimbang hehehehe komplain, jenuh tetapi semangat juga akhirnya. Duuuh, bener dehh saya kasih two thumbs...dua jempol untuk seseorang yang mengajari saya untuk selalu meng-encourage diri sendiri dengan pikiran positif. Jadi begini cerita minggu ini:

Selasa yang lalu, kerja'an saya jadi sedikit "keteteran" karena setengah hari sendiri saya pakai untuk urus visa ke suatu negara tetangga,....aah ini dia yang buat saya males, musti dateng ke embassy, musti diperiksa ini dan itu, musti antri dan tunggu ini itu, musti ada wawancara, trus pakai finger scan (10 jari tangan lengkap!!)....aaah serasa jadi t*r**s. Saya sendiri bener-bener ngga fancy sama cara mereka memperlakukan pelamar visa, walaupun memang itu mungkin sudah menjadi koridor dan peraturan mereka, cuman masalahnya person yang bertugas kadang-kadang jadi lupa diri deh, sampe kadang jadi melebihi Duta Besarnya kali yah pikir saya. Dan rasanya, si pelamar (berasal dari negara-negara yang masuk list: need visa!!) musti bermanis-manis ria di depan para petugas embassy (intinya supaya dapet visa), musti jawab pertanya'an dengan tata bahasa yang baik, jelas, ada dokument pendukung, grrrrrr...dan si petugas dengan santenya tanya ini dan itu pakai nada yang kurang enak di dengar... selebihnya musti tunggu sampe visa jadi, musti ambil sendiri....aaah begitu banyaknya waktu yang musti dipake untuk urusan yang satu ini. Padahal kalo dipikir-pikir dengan purpose temporary visitting, mustinya mereka seneng yaaah kan kita akan menambah penghasilan bagi negara mereka huehehehe....anyway, ya sudahlah...saya cuman ambil pelajaran positifnya, musti banyak belajar bersabar, dan belajar menganalisa karakter orang yang kadang melebihi porsinya...yang membuat saya tersenyum sendiri, ah, biarlah mungkin mereka perlu cara itu untuk mengekspresikan diri mereka selain tanggung jawab yang mereka emban.

Derita lain yang terasa adalah kerja'an rumah yang jadi terlalaikan, wah...mana ada energy saya sepulang dari kantor ataupun les untuk masih merapihkan ini dan itu di rumah....aiiih musti besok deh saya musti kerja'an....anyway, ya sudahlah...saya ambil lagi ya segi positifnya....saya jadi punya rasa tanggung jawab untuk urusan ini dengan doing it by myself.....jadi janganlah bersungut-sungut hehehehe. Jadi saya kebayang, jauuh dibanding dengan dulu sebelum saya memulai journey ini, saya termasuk tipe manja dan gampang menggantungkan kerja'an rumah ke orang lain (halaaaah...tulis aja yang jelas: pembantu gitu...).

Sedikit flash back lagi, hari Rabu yang lalu....saya tidur sekitar j22.30an, cuman lucunya saya terbangun kira-kira pukul 4 pagi..dan ngga bisa tidur lagi setelahnya!...glek...gleek...sudah jam itu sangat sangaat pagi buat saya dengan ritme waktu yang saya punya disini...terlebih saya ada morning meeting dan musti presentasi kerja'an yang sudah saya kerjakan...duuh sempet pusing...cuman alias tapinya kok ya bisa dan sempet posting di blog....hehehehe....sesudahnya saya telpon rumah...kemudian mandi, sarapan pagi, dan weeeer bersepeda ke kantor ...alhasil saya masuk kantor j7.00 (1 jam lebih awal dari jam normal...kekekekek...).

Hari ini, sesudah jam kerja, kami ada acara perpisahan dari salah seorang rekan kerja yang akan pindah kerja (ah sayangnya, saya tak sempat punya acara perpisahan seperti ini dengan tempat kerja saya yang dulu...). Acaranya lumayan sante, ada roti, snack, minuman sebagai pembukanya dan kemudian makan malam bersama....Saya aga sedih juga sih, soalnya rekan kerja yang satu itu orannya cool banget, dia dulu yang nolong saya masukkan beberapa program dan kasih tau saya berbagai macam cara untuk program gambar. Kebiasa'an dia setiap kali dia jalan di koridor, pasti bersiul...kadang dia iseng ketuk pintu ruangan saya...atau kadang dia bilang: selamat malem kalo saya dateng aga molor ke kantor (huuhuhu jadi maluuu!)....aah saya bakalan merindukan siulan dia yang renyah dan riang.....juga lelucon-lelucon yang dibuatnya. Cuman apapun adanya, kami semua tetap wish him best of luck...all the best untuk kerja'an yang baru gitu...soalnya orang yang bersangkutan tentunya tahu apa yang terbaik dan jalan mana yang musti dia ambil dan lewati.....karena dialah yang punya otoritas penuh akan hidupnya, jalan hidup yang dipilihnya...bukan orang lain.

hmmmmp....apalagi ya..crita apalagi yaaa...ya sudahlah, saya lelah dan pengen istirahat dulu...let me enjoy my weekend :)....

happy weekend everybody :)

Labels:

--------------------oOo--------------------

Saturday, October 20, 2007

Tempoe Doeloe

Ya bener, kayanya itu cocok dijadikan judul postingan saya kali ini...gimana engga, bermula dari mendengarkan lagu Anggrek Bulan yang dinyanyikan Sophia L & (alm) Chrisye eeh kok sayanya keterusan ”rindu” dengan lagoe tempoe doeloe.

Maka saya cari beberapa koleksi lagoe-lagoe tempoe doeloe...dari satu, save...dua, save...tiga, save....dan akhirnya lumayan berisi folder tembang kenangan di kompie saya ini (sis, makasih bangeeeet yah udah diajariiin celahnyaa...cieee! wealah!) wah, senangnya sudah terkonek dengan interneeeet (ett tusen milliarder takk kjære...med stor klem, oh det var så nydelig for at du ringte meg akkurat da jeg skrev det...)

Sampai akhirnya, saya baru saja dengar lagu berjudul Pahlawan Merdeka...aduuuuuh ingatan saya langsung saja kembali ke jaman saya SD, dulu ada pelajaran Kesenian, dan salah satu cabangnya ya itu dia...menyanyi. Masih inget saya dulu, sebelum tes: kami dikasih beberapa lagu-lagu untuk dipelajari (hayooo...masih pada inget ngga??) trus alhasil di rumah latihan dulu pakai ngapalkan lagu, trus kreasi gaya (cccck....cccck...) kalo inget jaman doeloe yaah... trus saya inget banget lagu ini, saya coba untuk ngapalin pake pegang kertas eeeh ngga apal-apal..sampe akhirnya saya aga putus asa...duuuh moga-moga ngga dapet undian lagu ini niiih huehehehe....cuman itu dia, kayanya saya yang rada kuwalat...hahaha bisa ditebak saya pas ambil lagu undian dapetnya ya malah lagu ini. Saya yang sudah pasrah ya begitulah menyanyi di depan kelas, masih untung paling ngga hapal liriknya walaupun nada suara saya yang rada kurang bisa meraih nada tangga yang sesungguhnya.

Ingatan lain masih berkisar lagoe-lagoe tempoe doeloe, yaitu jaman dulu saat ibu suka sekali mendengarkan lagu-lagu keroncong setiap jam 2 siang, penghantar tidur siang...berhubung jam segitu saya sudah pulang sekolah, capek, udah makan siang pulak...trus bersante ria sembari mendengarkan radio...dan alhasil tertidur pulas sampe sore. Cuman, saya jadi terbiasa mendengarkan lagu-lagu keroncong, atau kadang langgam jawa, hehehe. Maka keroncong Bandar Jakarta, Juwita Malam, Jembatan Merah, Bengawan Solo, dkk pun jadi kesuka’an saya...terlebih ini yang menurut saya mantabb (pake dua b, biar makin yahuii) Kr. Di Bawah Sinar Rembulan. Sedikit liriknya:

Di bawah sinar bulan purnama,
hati susah jadi senang
Gitar berbunyi riang gembira
Jauh malam dari petang


Hehehehe sempet tadi ngintip ke channel tetangga liat video klipnya...penyanyinya manteb..Jeng Sundari Soekotjo...maniiis...maniiiis.

Ya jadi begitulah, malam ini cukup cozy karena lagoe-lagoe tempoe doeloe yang cukup hangat di memory.

Labels:

--------------------oOo--------------------