Monday, February 08, 2010

Belajar mandiri

Ha…sudah lama ga posting cerita, menghilang kemana saja saya? Hehehe ga menghilang cuman memang rada sibuk kemaren2 (*ngeles.com*) plus sama untuk pertama kalinya ditinggal sendirian sama hubby yang dinas ke Malaysia selama 1 minggu..waks!

Ceritanya begini:

Pertengahan bulan Januari kemaren itu, singkatnya hubby dapat proyek urusan hidrologi dari salah satu perusahaan dari Irlandia. Nah, salah satu proyek yang ditangani letaknya di Malaysia. Waaah, saya sudah seneng aja soalnya diam2 saya memendam keinginan (halah!) untuk ambil cuti 1 minggu pas dengan tugas hubby ke Malaysia untuk bisa mudik ke Indonesia…hehehe ide yang bagus to? Udah seneng2 sebetulnya, cumaaan setelah final tanggal berangkat suami ke Malaysia dan juga tanggal kembali ke Norway..laah kok pas banget saya musti tugas ke luar kota dalam rangka konferensi internasional urusan PLTA di Norway sini…sigh!

Jadilah, saya ga bisa ikutan ke Malaysia (dan lanjut ke Indonesia) berhubung jadwal pulang suami ke Norway pas banget hari Sabtu 30 Januari kemaren dan saya sudah cabut ke kota Tromsø (di Norway sini) hari Minggu 31 Januari…bleh!

Aniwei, akhirnya saya sendirian di rumah (well…ada baby sih di perut saya)…sepertinya saya sudah lupa bagaimana hidup sendiri hehehe padahal jaman dulu pas saya kerja di Oslo ya saya tinggal sendirian, cuman ya gimana lagi sejak menikah kan kami belum pernah berpisah lama begini..terpisah antar benua begichu…wiiiii yang beda waktunya 7 jam pula, walah wes pokoknya hari2 pertama sendirian rasanya be-te berat. Pake nangis2 segala pas telpon hubby soalnya kangen berat…wedeww segitunya, ditambah waktu itu saya gagal menyalakan tungku pemanas ruangan (yang pake kayu bakar) jadinya bukannya kayu sukses terbakar tapi malah ruangan penuh asap. Jadinya saya takut alias mengkeret kalo2 fire alarm nyala. Trus hubby ngingatkan saya jangan nangis, ntar baby-nya jadi ikutans sedih…ya bener siih, pas saya nangis baby-nya gerak2 ga nyaman gitu ya mungkin karena tekanan darah dan asupan oksigen kurang makanya baby jadi ga nyaman .. Tapi ya begitulah hormon hamil kan memang sensitif, jadi ya gitu deh. Jadilah saya banyakin ngomong sama baby, nyetel musik di dapur kek, di kamar mandi kek, dari laptop kek, chatting, telpon ke ortu di Semarang..haduh pokoknya menyibukkan diri.

Pas suami pulang kembali ke rumah, waaa senang rasanya hehehe…biarpun bagasi dia nyangkut di Amsterdam jd ga kebawa saat dia mendarat di Trondheim (pssst…padahal udah ngarep juga oleh-oleh..hehehe)…tapi ketemu suami rasanya bahagia dan dasyat.Jadi begitulah, critanya pas hubby dinas di Malaysia. Mungkin ini pelajaran juga kali ya buat saya, biar mandiri lagi alias ga manja.

Dan pelajaran ini pun musti harus berlanjut karena besok suami saya tugas ke Dublin, Irlandia jadilah saya akan ditinggal sendirian lagi…laah. Kepengen ikutan sih padahal, soalnya ga begitu jauh juga perjalanan dari Norway sini ke Irlandia…tapiiiiiii satu yang bikin mangkel alias jengkel…males..be-te dan frustasi adalah…saya perlu visa untuk bisa masuk ke Irlandia…sigh, ijin tinggal saya di Norway yang notabene berlaku bebas di daerah Schengen ternyata tidak laku alias tidak payu untuk bisa masuk ke Irlandia..astaga! Artinya jadi ribet karena saya musti apply permohonan visa turis untuk bisa masuk ke Irlandia, well memang ga seribet kalo apply untuk ke Inggris karena kalo visa ke Inggris maka si pemohon musti menyampaikan langsung aplikasinya ke Kedutaan Inggris di Oslo sono..jadi dongkol juga kalo bertempat tinggal di luar Oslo, kan musti nambah biaya hehehehe. Memang sih Kedutaan Irlandia tidak mengharuskan pemohon datang ke Oslo cuman ya tetap aja, beberapa syarat musti dipenuhi trus kirim passpor ke Oslo sono daaaaan menunggu 10 hari sebelum di-approve…laaaah gimana mau maju jalan coba? Moso suami sudah pulang dari Dublin trus visa saya baru di-granted…ga lucu doong.
Kalo mau jengkel sih bisa kok yaaa pas bener tugasnya ke Irlandia dimana ijin tinggal Schengen saya ga berlaku, cuman saya pikir daripada jengkel ya sudahlah saya mencoba belajar dari pelajaran ini...mungkin laen kali bisalah ke Dublin dengan waktu yang pas.

Labels: , ,

--------------------oOo--------------------

Friday, January 22, 2010

Untuk Ayah No. 1 di Dunia (Kutipan dari email)

Aih, baruuu saja saya mendapatkan kiriman email dari salah seorang teman saya di AsiaCarbon Indonesia (yang rupanya juga mendapatkan email dari temennya yang lain dari Total E&P Indonesia, yang mungkin juga mendapatkan dari temennya yang laen) yang isinya baguuus banget dan sangat menyentuh. Jujur pas baca email ini, mata saya berkaca-kaca (untung kantor saya modelnya sendiri-sendiri bukan type landscape jadi gag malu kalo slentap-slentup dan rada mewek) membayangkan kondisi saya sendiri.

Silahkan dibaca ceritanya yah...

"YANG TIDAK BISA DIUCAPKAN AYAH"

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya...
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya", Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.. ..
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke
rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia....
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera
datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu
untuk berhati-hati.
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak..... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin
pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu..... Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang lelaki yang
di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis....
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA"
dalam segala hal..
Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya
jika aku kembali membagikannya kepada teman-teman ku yang lain.

Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang

kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT !

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya.
(the end)


Naaah, saya sendiri merasa sangaaat tersentuh dengan tulisan ini, ya karena saya anak perempuan satu-satunya buat ayah & ibu di Semarang, dan yang juga kebetulan merantau jauh dari ortu, dan beberapa bagian di cerita atas kok ya ada yang pas dengan kondisi saya.

i love you,pak! and God bless you always!

Labels: ,

--------------------oOo--------------------

Tuesday, January 12, 2010

Rumah Baru = J3K

Aih maksudnya apa pula ini?? Gini loh maksudnya rumah baru = Jalan Kaki Ke kantor.

Sebetulnya mau cerita kalo tadi pagi untuk pertama kalinya kami jalan kaki dari rumah baru menuju ke kantor kami, cukup 20 menit lewat jalan pintas, senang rasanya berhubung selama ini selalu naek mobil dari tempat tinggal yg lama menuju ke kantor. Dari rumah yang baru ini, jarak nyetir ant. rumah & kantor cuman 2.2km jd cukup ditempuh dgn 6 menit. Tapi, berhubung musim salju gini, jd perlu waktu untuk bersihkan salju n es beku di kaca mobil (misal 5-10 menit) trus pas sampe kantor musti parkir mobil dulu trus jalan dr area parkir menuju kantor (misal 5 menit). Kalo diitung-itung jd sama aja total ant. nyetir mobil sama jalan kaki sih, jd mendingan jalan kaki sekalian untuk olah raga si bumil ini. Mumpung juga suhu sekarang lagi rada hangat dr minggu sebelumnya, sekarang sih cuman -12C mending dibanding minggu kemaren yg sempet gila-gila’an di Trondheim sini -22C.

Oh ya di postingan sebelumnya, saya sempet singgung sedikit mengenai kami beli rumah yang baru. Naah, makanya saya mau cerita sedikit tentang rumah yang baru ini.

Sejak kami tahu bahwa saya hamil, wah buru2 kami sibuk mencari tempat tinggal baru dan memang idealnya pengen type single house alias enebolig gitu, ada halaman dan gag perlu berbagi dengan keluarga lain tinggal dalam rumah baru tsb. Tentu saja dengan budget yg pas dengan tabungan kami plus memang meninjam di bank pastinya (astaga harga rumah di Norway gag usah ditanyakan…wess kalo di Indonesia bisa beli paling tidak 2 rumah deh dengan harga yg sama).

Berburu rumah sampai akhirnya kami meninjau rumah yg diiklankan ini pada tgl 19 Okt 09, lumayan banyak pasangan maupun keluarga yg sama2 lihat ”open house” rumah tsb…weww udah bikin keder aja. Perasaan saya setelah kami selesai lihat rumah ini, kok rasanya seneng, ayem gituw beda dengan lihat rumah2 yang diiklankan lainnya. Hari sesudahnya, kami masukkan penawaran kami ke perantara jual/beli rumah. Seharian itu suami sibuk menerima updated news dari si perantara rumah yg jg terima dr penawar2 lainnya…jadi istilahnya kl ada yg nawar lebih tinggi harga tsb diinformasikan kepada semua yg sudah terlebih dahulu memasukkan penawaran tentu ada batas waktu sampai kapan penawaran tsb berlaku.

Jadilah kami juga ikut menaikkan penawaran, eh yang laen juga, duuh prosesnya emang bikin deg-deg’an euy…sampe sore prosesnya kira2 jam 18.00 si perantara bilang ke kami ini tinggal 3 calon termasuk kami yg masih bersaing untuk membeli rumah tersebut..wewww tambah grogi soalnya harga yg saat itu berlaku udah di atas harga yg diminta sama si pemilik rumah lama. Pas jam 18.30an tinggal 2 calon yaitu kami dan satu keluarga laennya. Astaga nagaa….selain grogi juga tentus saja gemes euy soalnya sekarang naikkan cuman terbilang 2juta’an IDR doang huehehe alias seret la wes harganya juga udah cukup jauh dari harga semula. Rasanya uang segitu kok ya gampang aja nyebutnya

Kami berdua tentunya sudah punya batasan akhir alias mentok harga artinya kalo misalnya si calon lain tsb harganya lebih tinggi, kami nyerah sajalah…pikir positip ya belum rejeki gituww. Pas pukul 18.45 si perantara telp suami menginformasikan harga dari mereka dan tanya kami berani nambah atau mentok…sementara suami menerima telp, saya genggam erat rosario saya dan doa Salam Maria dalam hati karena suami mengajukan harga mentok kami. Trus habis itu kami tunggu telp dr si perantara, nunggu selama 15 menit. OMG, 15 menit itu rasanya campur aduk ya tegang, ya grogi wong namanya harga kami sudah mentok…antara hore atau bye-bye. Suami saya yg biasanya orangnya cool dan tenang, tangannya udah dingin dan bolak-balik bersihkan kacamata dia..haa lutju juga lihatnya. Pas handphone berbunyi, wah rasanya wes gemeteran aja..suara suamis saya pas bilang halo aja udah kaya tikus merepet gituw, nada rendah. Trus akhirnya terdengar suara si perantara bilang: Gratulerer (yang artinya…congratulations…selamat) waduuuuh habis itu saya ga konsen sama pembicaraan mereka, buru2 saya doa mengucapkan puji syukur Tuhan.

Jadilah puji Tuhan, kami bisa beli rumah…setelah kami renung2kan kembali, wah jadi pihak yg satunya juga sama kali ya punya harga mentok kaya kami. Ini kami syukuri karena kami duluan yg mengajukan harga tsb, coba kalo mereka duluan aduh ya sudah bye bye.

Dan akhirnya kemaren pas tgl 18 Des 09, kami resmi pindahan rumah menempati rumah yang baru ini. Rumah yg baru ini sendiri terdiri dari lantai 1 dan lantai basement. Di ruangan atas ada 2 kamar tidur, ruang tamu, dapur, ruang makan, kamar mandi dengan toilet terpisah. Sedangkan di lantai bawah ada 2 kamar tidur, ruang tamu, kamar mesin cuci, kamar gudang. Di luar rumah ada halaman, teras dan juga gudang tempat penyimpanan barang2 berat. Brutto arealnya sekitar 190 m2. Cukup luas juga. Nah sebetulnya, tempat gudang kami di luar itu nyambung dengan tempat gudang tetangga sebelah rumah tapi tidak rumah utamanya begitu. Kalo dilhat di foto di bawah, pas bagian gudang yg nyambung, milik kami yg warna merah sedangkan milik tetangga yg warna hijau.

Oke deh ini foto rumah kami yang baru, fotonya saya ambil dari iklan pas rumah kami ini diiklankan kemaren2 sama pemilik lama. Rumah kami yang sebelah kiri itu. Itu mobil merah sih punya tetangga. Semoga tinggal di rumah yang baru membawa kedamaian, kenyamanan dan ketenangan bagi keluarga kami dan juga bagi keluarga besar serta tak ketinggalan pula bagi rekan-rekan kami.

Labels: , ,

--------------------oOo--------------------

Tuesday, January 05, 2010

Selamat Tahun Baru 2010 Terima Kasih atas Tahun 2009

Wah..waah mumpung masih hangat suasana tahun baru maka saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2010, semoga di tahun yang baru ini kita semua senantiasa diberi berkat dan lindungan Tuhan YME dan semoga tahun yang baru membawa semangat baru untuk berkarya dalam hidup kita.

Kalo mengenang flashback hal-hal yang terjadi di tahun 2009, wah rasanya tidak habis-habisnya bersyukur kepada Tuhan atas segala berkat dan karunia yang sudah dilimpahkan buat saya, keluarga dan juga rekan-rekan sekalian:

Urusan transfer pekerjaan yang lancar dari kantor pusat ke kantor cabang di Trondheim sini tanpa harus ada halangan birokrasi, syukurlah juga tahun ini naek gaji ups tapi wah pajak juga jadi naek..glek!

Kelancaran persiapan pernikahan kami dengan segala keribetan yang berwarna-warni berhubung saya tinggal di Norwegia sedangkan orang tua saya tinggal di Indonesia. Kalo dipikir-pikir wah, seru juga persiapan kami mulai dari kursus perkawinan (ambil 2 kali di Indonesia dan di Norwegia) sampai persiapan perjalanan plus akomodasi segambreng tamu-tamu dari Norwegia ke Indonesia. Tetapi puji Tuhan, semua berjalan lancar sampai hari H pernikahan kami di Indonesia tak ketinggalan liburan summer di Indonesia. Ternyata mempersiapkan pernikahan memang ribet (it is true…jujur banget!) tetapi kalo dijalani dengan senang, hati yang lapang dan tentu dibarengi doa, rasanya enjoy saja.

Resmi menjadi suami istri dan saya mengambil nama keluarga suami saya. Jadilah nama saya sekarang lebih panjang dibandingkan nama saya sebelum menikah.

Mukjizat terindah tahun 2009: saya hamil. Wah ini surprise banget karena kami tidak menyangka bakalan diberi kepercayaan sama Tuhan untuk menjadi orang tua dari bayi kami ini. Kehamilan yang membawa semangat baru untuk melangkah di tahun 2010.

Lancarnya urusan membeli rumah dan juga menjual apartemen yang lama. Wah ini kalo bukan dibantu dengan dukungan doa dari keluarga dan rekan-rekan, rasanya tidak akan sebegitu cepat kami bisa membeli rumah sekaligus menjual apartemen yang lama. Saya masih ingat ketika kami meminta bantuan doa dari rekan-rekan di Bible Study Trondheim, tepat 2 minggu setelah doa kami dibawakan dalam doa bersama wah akhirnya apartemen kami terjual. Ini termasuk cepat juga berhubung pada saat itu pasaran rumah lagi turun karena hampir mendekati masa liburan natal.

Memang ga bisa disebutkan satu persatu hal-hal yang terjadi di tahun 2009, baik yang menyenangkan maupun yang kurang menyenangkan. Tapi apapun bentuknya yang jelas rasa syukur atas semua yang telah diberikan oleh Tuhan tetap menjadi prioritas utama.

Labels: , ,

--------------------oOo--------------------

Monday, December 14, 2009

Ketika Perbedaan Budaya Hadir….

Tulisan ini saya buat memang berdasarkan pengalaman pribadi saya dikarenakan saya dan suami berasal dari 2 budaya yang berbeda…sangat jauh berbeda. Perbedaan itu tidak selamanya negatif tetapi juga ada positifnya wajar dan normal. Saya pribadi berusaha menyikapi perbedaan yang ada ini dengan cara berkomunikasi dengan si doi alias suami saya. Sudah dari dulu sih, pada waktu kita pacaran sampai ya saat ini ketika kami sudah menikah, kita ingin komunikasi apa adanya diutamakan dalam hubungan kami supaya sama-sama enak dan ga ada yang ditutupi…ga usah perkiwuh dan malu-malu kucing. Jadi inilah salah satu segi positif yang saya ambil dari perbedaan yang ada.

Perbedaan yang selama ini kami alami ya berkisar mengenai cara pandang dan kebiasaan-kebiasaan dalam hidup sehari-hari alias tradisi kami masing-masing. Karena ini tulisan saya yang buat, maka ya saya pribadi bersyukur bahwa suami saya termasuk orang yang pengertian…bukan saya mau menyombongkan dia, namun memang ini apa adanya. Apabila tidak ada pengertian, saya yakin hubungan kami yang dilatar-belakangi dengan 2 budaya yang berbeda pastilah mustahil dijalani.

Contoh yang sangaaat sederhana misalnya, saya ini kan terbiasa dengan kebiasaan jawa (karena memang berasal dari keluarga Jawa)…nah, dari dulu pasti sudah terbiasa memakai tangan kanan kalo mau memberikan sesuatu ke orang lain, apalagi ke orang yang lebih tua. Misal sekalipun musti pake tangan kiri, pasti ada ”kata-kata” sopan: misalnya nyuwun sewu atau maaf ya pakai tangan kiri. Nah si suami saya ini suka bangeet kasih sesuatu pake tangan kirinya. Awalnya saya risi bangeet, trus saya komentar ke dia. Kasih opini alias cara pandang saya, nah dia juga kasih opini dia ke saya. Jadi menarik banget . Si suami sih bisa mengerti, artinya begini, dia akan belajar mengingat kebiasaan ini soalnya memang untuk menjaga hal yang baik eeh misalnya pada saat dia memberikan sesuatu ke ortu atau embah saya begitu hehehe kan ga lucu kalo sampe terjadi salah paham gara2 hal sepele. Cuman saya pun ga baik protes secara tiba-tiba kalo misal dia akhirnya lupa dan pake tangan kiri Sederhana kan perbedaan ini ???

Contoh yang mau saya kasih nih mengenai pengalaman kemaren pada waktu kami menikah. Semua pasti sudah tau kalo tradisi Jawa yang berkenaan dengan urusan pernikahan itu buanyak, detail dan kadang ”berat”. Nah pada waktu awal rencana pernikahan kami, memang saya sudah kasih ancang2 ke dia kalo nantinya bakal buanyak tradisi Jawa ini dan itu supaya dia siap jauh hari sebelumnya. Sebetulnya bisa saja, saya dan keluarga ”lewatkan” segala macam urusan tradisi Jawa ini..yang penting menjalani acara menikah secara keagamaan dan negara sah, selesai, jadi beres. Tapi memang dari saya sendiri saya pengen ”melestarikan budaya” yang memang sudah saya kenal dari masih bayi sampe segedhe begini. Tapi saya sendiri tidak terlalu suka dengan tradisi yang tidak bisa ditoleransi/saklek/harga final begitu, soalnya menurut saya tradisi itu dijalani harus dengan hati yang lapang, hati yang gembira bukan dengan keterpaksaan harus menjalaninya. Nah, berhubung 2 budaya kami berasal dari akar yang berbeda maka menjelaskan makna dan tata cara tradisi cukup menantang juga .

Saya masih ingat ketika kami membahas soal siraman. Nah, menurut adat & tradisi kan ga boleh si calon pengantin saling ketemuan alias melihat pasangannya siraman. Ini salah satu perdebatan juga sih waktu itu, opini ortu-keluarga bilang dia ga bisa liat pas waktu saya siraman…tapi seluruh keluarga dan tamu dari Norway boleh liat, dia di hotel saja. Pada saat itu saya bayangkan dia yang ”manyun” di hotel sementara keluarga dia plus teman2 dari Norway bisa datang ke rumah saya melihat acara. Jadi memang waktu itu, saya yang perjuangkan hal ini dengan meminta ortu & juru rias memperbolehkan supaya dia bisa lihat siraman. Ga gampang menjelaskannya sih, alasan saya begini: kalo kami sama-sama orang Indonesia, ya wajar kalo pada saat siraman diselenggarakan masing-masing jadi emang ga bisa saling lihat. Tapi ini, saya yang orang Indonesia dan dia orang Norway. Bagi saya, saya sangat menghargai bahwa dia setuju menikah dengan memakai adat jawa yang komplit. Jadi saya minta juga ortu bisa pahami hal ini. Melihat acara tradisi ini kan jarang-jarang buat orang luar, apalagi Norway dan Indonesia jarak tempuhnya cukup jauh. Nah, jadi begitulah diambil jalan tengahnya. Awalnya yang dia tidak siraman plus pangkas rikmo (potong rambut) akhirnya diadakan di rumah sebelah setelah acara siraman saya selesai. Jadi, dia beserta rombongannya melihat saya pas siraman. Ini berlaku juga pas acara midodareni, acara malam sebelum pernikahan hari berikutnya. Kami boleh ketemuan juga
Yang bikin saya seneng lagi adalah ketika tante dia boleh juga nyirami saya, wah bagi mereka selain kehormatan juga kebanggan tersendiri. Untunglah keluarga dia juga sangat terbuka dan mendukung tiap2 acara. Misalnya ya mau pakai kebaya dan beskap, pakai batik begitulah .

Ada lagi sebetulnya pas acara mau berangkat ke gereja untuk pemberkatan, nah ada acara temon, dimana pengantin pria menjemput pengantin wanita. Nah di acara itu kan ada yang pengantin wanita mencuci kaki si pengantin pria kan, nah pada saat itu setelah saya mencuci kaki dia…dia juga gantian mencuci kaki saya. Beberapa orang cukup banyak berkomentar mengenai hal ini , karena tidak ada di adat tradisi Jawa. Tapi menurut saya, makna mencuci kaki itu kan sebagai bentuk pelayanan, rasa hormat terhadap pasangan hidupnya kan? Nah, mengapa tidak pria melakukan hal yang sama terhadap pasangannya? Saya sih membayangkan memang jaman dulu, wanita Jawa kondisinya berbeda dengan yg sekarang ini…jadi hanya wanita saja yang mencuci kaki pria. Tapi apabila tradisi bisa dipadukan dengan kondisi sekarang ini, dimana era persamaan hak antara pria & wanita sudah lazim adanya, mengapa tidak? Toh, tidak ada yang salah dengan arti saling melayani dan hormat menghormati antara suami istri bukan? Yang terpenting lagi, tradisi mencuci kaki itu harus bisa diterapkan dalam kehidupan berumah tangga nantinya, bukan hanyak sebagai simbol saja (biar bagus buat difoto & dikenang misalnya).

Jadi begitulah cerita kali ini, saya belajar menyikapi perbedaan antara kami bukan sebagai hal yang negatif tetapi sebisa mungkin kami belajar mencari solusi dengan keterbukaan dan komunikasi di antara kami. Semoga bisa menjadi inspirasi

Labels: ,

--------------------oOo--------------------